Renovasi Rumah Juga Perlu Urus IMB

Renovasi Rumah Juga Perlu Urus IMB

Property

Dari namanya saja sudah membuat orang-orang beranggapan bahwa Izin Mendirikan Bangunan atau yang biasa juga sering disebut IMB hanya perlu dilakukan saat sedang membangun rumah baru. Padahal ternyata ketika Anda sedang renovasi rumah, IMB juga dibutuhkan. Mengurus IMB adalah hal yang sangat penting karena digunakan untuk memastikan bahwa bangunan tersebut sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Bahkan, saat Anda sedang transaksi sewa-menyewa maupun transaksi jual-beli juga membutuhkan IMB. Dalam hal, seperti dalam pengajuan kredit ke bank atau dalam mengurus asuransi, tak jarang juga IMB jadi berkas yang perlu ikut disertakan.

Namun, ada beberapa jenis renovasi yang tidak memerlukan IMB, misalnya saat sedang melakukan pemeliharaan bangunan. Ketika Anda melakukan pengecatan dinding, penggantian atap, saluran air, atau hal-hal kecil lain, maka tidak perlu mengurus IMB. Pada intinya, selama kegiatan renovasi tidak memiliki pengaruh terhadap struktur bangunan sebuah rumah, maka tidak diperlukan.

Lain lagi ceritanya jika ada beberapa renovasi yang membuat perubahan pada struktur bangunan rumah. Ketika Anda membobol tembok untuk membuat ruang jadi lebih luas, tentu hal tersebut akan mengubah struktur bangunan. Termasuk juga jika Anda membuat rumah Anda jadi bertingkat. Selama ada penambahan luas dari sebuah bangunan, ke atas ataupun ke samping, Anda wajib mengurusnya.

Tenang saja, meski banyak orang yang sering mengatakan bahwa mengurus IMB adalah hal yang sulit, tetapi kenyataannya tidak sulit. Pembuatan IMB dapat dikatakan cukup mudah dan cepat. Namun syaratnya, semua kelengkapan dokumen sudah harus tersedia saat hendak mengajukan ke loket IMB. Jika semua berkas sudah siap dan lengkap, maka proses pembuatan IMB akan jadi jauh lebih mudah. Karena itu, Anda harus dengan segera mengurus IMB ketika diperlukan. Jika tidak, maka nantinya akan menjadi masalah karena tidak lengkapnya berkas yang diperlukan.

Mengenai proses pengajuan IMB, ternyata juga tidak sulit. Pertama-tama, Anda pastinya perlu menyerahkan dokumen dan surat-surat yang diperlukan. Meski berbeda-beda setiap daerahnya, namun biasanya dokumen atau persyaratan yang perlu diserahkan tidak jauh beda. Beberapa dokumen tersebut adalah:

  1. Bukti kepemilikan tanah.
  2. Identitas pemilik bangunan, yaitu KTP.
  3. SPPT-PBB atau Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Bumi dan Bangunan.
  4. KRK atau Surat Ketetapan Rencana Kota. Dokumen ini dapat diperoleh di Dinas Tata Kota.
  5. Fotokopi IMB sebelum renovasi.
  6. RAB atau Rencana Anggaran Biaya.

Setelah itu, maka petugas akan mengecek dan memeriksa apakah dokumen yang sudah diserahkan tersebut sesuai faktanya dengan apa yang ada di lapangan. Jika fakta di lapangan dan di dokumen berbeda, tentu akan timbul masalah sehingga proses tidak dapat langsung dilanjutkan. Sebaliknya, jika tidak ditemukan masalah maka Anda langsung bisa membayar di loket pembayaran yang sudah disediakan. Selanjutnya, Anda juga perlu memasang papan IMB di depan rumah yang sedang direnovasi. Nah, untuk membuat papan ini tidak bisa sembarangan. Anda bisa membuatnya sendiri, tetapi tentunya harus mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan. Untuk mempermudahnya, Anda bisa langsung membelinya di loket agar lebih cepat dan praktis. Setelah menunggu sekitar delapan sampai dua minggu, maka IMB Anda sudah dapat keluar. Mengurus IMB ternyata tidak sulit, asalkan kita mengikuti prosedur yang ada dan menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan dengan lengkap. Jangan sampai renovasi rumah yang Anda lakukan tidak memiliki IMB.